Sejarah Paroki Santo Agustinus Sungai Raya diawali pada tahun 1970-an yaitu dengan keberadaan asrama Gatot Subroto II milik TNI-AD yang juga dihuni oleh beberapa keluarga Katolik. Saat itu sarana transportasi ke Kota Pontianak masih sangat terbatas. Tentu saja hal ini menadi kendala bagi umat Katolik di wilayah ini untuk melaksanakan kewajiban mingguannya secara berjemaat untuk memuji dan mengagungkan Allah dalam perayaan Ekaristi di Gereja, dimana gereja terdekat adalah Gereja Gembala Baik atau Katedral di Kota Pontianak.

Menyadari keadaan ini, maka umat Katolik bertekad tetap menegakkan iman dengan menyelenggarakan ibadat sabda yang dipimpin Bapak VM. Hadi Pranoto, yang kebetulan juga sebagai pembina rohani Katolik di kalangan anggota militer Kodam XII / Tanjungpura. Ibadat sabda pertama kali dilakukan dirumah-rumah secara bergantian. Oleh karena jumlah umat semakin banyak, maka ibadat sabda mingguan dipindahkan ke gedung SD Mekar III atas izin :

  1. Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kodam XII / Tanjungpura
  2. Kepala Sekolah SD Mekar III, Alm. H. Hamid
  3. Ketua Asrama Gatot Subroto

Pada tahun 1971 sampai dengan 1974 umat Katolik mendapat tumpangan baru untuk melakukan ibadat dan kegaiatan kerohanian lainnya di Sekolah Pertukangan Santo Yusuf di jalan Adi Sucipto KM 8,2. Di tempat ini Keuskupan Agung Pontianak mengutus Pastor Secundus, OFM. Cap dan Pastor Marcelus Lie, OFM. Cap untuk memberikan pelayanan dan pembinaan rohani / iman sekaligus memimpin perayaan Ekaristi.

Seiring berjalannya waktu, jumlah umat Katolik di sungai raya juga bertambah banyak. Dengan perkembangan jumlah umat yang pesat, maka Keuskupan Agung Pontianak memutuskan dan menyatakan daerah Sungai Raya sebagai paroki baru. Ini teradi pada tahun 1979. Perayaan Ekaristi itu dipimpin oleh Pastor Secundus, OFM. Cap, Pastor Petrus, OFM. Cap , Pastor Ginting, OFM. Cap dan Pastor Heliodorus, OFM. Cap. Pada saat itu dinyatakan sebagai paroki baru, paroki ini belum memiliki dewan paroki atau organisasi kepengurusan paroki. Baru pada tahun 1982 dibentuk dewan paroki yang memiliki masa jabatan 2 tahun.

Sejak berdirinya, paroki dilayani oleh para pastor Ordo Kapusin sampai dengan tahun 2010. Tahun 2011 Keuskupan Agung Pontianak memutuskan Paroki Santo Agustinus Sungai Raya dilayani oleh para pastor dari Kongregasi Murid Murid Tuhan (CDD – Congregatio Discipulorum Domini).

Pastor yang pernah pertugas di Paroki Santo Agustinus Sungai Raya sebagai berikut :

  1. P. Agustinus Hendrik, OFM. Cap (Alm-Pastor Paroki Pertama)
  2. P. Bartolomeus Jenssen, OFM. Cap (Alm)
  3. P. Secundus Van Donzel, OFM. Cap
  4. P. Linus Alinus, OFM. Cap
  5. P. Daniel Artemon, OFM. Cap (Alm)
  6. P. Silverius Yu, OFM. Cap (Alm)
  7. P. Yohanes Hamdi, OFM. Cap
  8. P. Yosef Astono Aji, OFM. Cap
  9. P. Franciskus Cahyo Widianto, OFM. Cap
  10. P. Innocentius Sialim, OFM. Cap
  11. P. Joko, OFM. Cap
  12. P. Yosep Ekatom Danuhutu, OFM. Cap
  13. P. Cyrillus Riyadi, OFM. Cap
  14. P. Reinardus Randang, OFM. Cap
  15. P. Florensius Sidot, OFM. Cap
  16. P. Patrick Hartadi, OFM. Cap (Alm)
  17. P. Marianus F. Berdikari, CDD
  18. P. Joanes Yandhie Buntoro Gunawan, CDD
  19. P. Justin Barus Anpadar, CDD
  20. P. Laurentius Prasetyo, CDD (Pastor Paroki saat ini)
  21. P. Bernadus Junianto, CDD
  22. P. Klementius Ruslin, CDD